Hikmah Kehidupan

Aku Ingin Terbang, Namun Sayapku Hanya Satu

Malam itu Kalya sedang asyik membaca sebuah novel “Ketika Mas Gagah Pergi” yang baru saja dirilis, Asma Nadia Publishing. Membaca memang salah satu hobi dari Kalya, selain melukis. Biasanya ia membaca di malam hari, sebelum tertidur lelap.

Kalya seorang gadis berusia 23 tahun, berperangai baik, sopan lagi santun, cantik, cerdas dan yang menambahkan sempurna dirinya ialah dia juga wanita muslimah yg sholehah. Maka tak heran, jika di sekolah dan kampusnya dahulu ia kuliah, Kalya begitu di kagumi oleh teman2 nya juga para staf pengajar.

Hari demi hari di jalani Kalya dengan sangat bahagia. Karena ia berasal dari keluarga yang serba cukup, dan memiliki latar belakang agama yg cukup baik. Meskipun mereka bukan datang dari kalangan keluarga santri, namun karena pemahaman ilmu agama keluarga mereka baik, maka keluarga mereka pun cukup disegani di lingkungannya.

Baca lebih lanjut…

Kisah Jiwa Rapuh Pada Semesta

Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alama beserta isinya,
bertanya, diamanakah pasangan jiwa berada?
lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan…

 

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah?
sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik
ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian,
dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa
yang sholeh dan sholehah…

 

Letih,,, sungguh amat letih jiwa dan raga
sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa
yang menunggu disana…

 

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta
kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri
ber-Taqrrub lah kepada Allah swt,
kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya. Bukankah hanya Ia yang

Maha Memberi dan Maha Pengasih?
Ikhtiar, munajat serta untaian do’a tiada habisnya curahkan sesukamu
kepada Sang Pemilik Hati…

 

Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya disetiap sujud
dan keheningan pekat malam
jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa
tausyiahilah selalu hatimu dengan tarbiyah Illahi, hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian…

 

Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana?
karena sejak ruh telah menyatu denga jasad, siapa belahan jiwamu pun telah di tuliskan-Nya…
Sabarlah para sahabatku ukhti sholehah,
senyumlah laksana enyum mempesona butir embun pagi, yang selalu setia menyapa…

 

Hapuslah air mata dipipi dan hilangkan lara di hati
terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup ini,
hingga kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri…

*Nasihat diri & untuk para ukhti jombloners wherever you are. Semangaaaaattt… !!!

Karena Engkau Bukan Bidadari

Pernahkah engkau melihat lelaki yang tak terlalu tampan,
tapi banyak mempesona semua wanita?
Atau sebaliknya, gadis biasa saja tapi banyak lelaki yang dibuat jatuh rindu padanya?…

 

Tapi coba kau lihat garis wajahnya,
senyum bibirnya atau cara berbicara dan sikapnya…

 

Semua itu mengeluarkan aura
seperti gelombang magnetik,
membuat yang melihatnya menjadi tertarik, tertegun dan terpesona…

 

Inilah fakta mengapa Camelia lebih memikat Pangeran Charles
dibanding kecantikan Putri Diana itu
Banyak orang terheran-heran…

 

“Saya lebih nyaman berbicara dengannya”
inilah jawaban sang Pangeran mengapa tertarik dengan Camelia,
dan itu fakta…

 

Tapi kekuatan pesona itu hanya sementara
akan ada kejenuhan disana,
namun ALLAH AZZA WA JALLA menjelaskan dalam Al-Qur’an
bahwa pesona budi pekerti akan terus terpancar sampai kapanpun…

 

Seperti wanita mulia Khadijah Ra,
tak ada yang bisa menggantikannya dihati Muhammad Saw
walau seorang Aisyah pun,
padahal ada bentang usia disana…

 

Sahabat,
wajah kita mungkin banyak yang mengatakan biasa saja,
tapi siapa tahu dia memancarkan pesona, tapi jika pesona itu
tak engkau hiasi dengan akhlak baik, maka ia akan pudar
seiring bertambahnya umur…

 

Dan itu adalah kenyataan,
mengapa angka perceraian begitu tinggi di negeri ini…

 

Sahabat, sadarilah bahwa wajah kita tak secantik bidadari
atau setampan Yusuf As,
hanya pesona budi pekerti dihatimulah
yang akan kau bawa sampai mati,
dan membuat pasanganmu tetap setia selamanya dalam cinta…

 

Untuk semua sahabat-sahabatku
Loving you as always…🙂

Renungan

Ucapkan ALHAMDULILLAH yakni ‘Segala puji bagi Allah sebagai pujian atas kehidupan, rizki, bentuk, kekuatan, kecerdasan maupun lidah yang telah diberikan-Nya.

Karena semua ciptaan memuji-Nya dengan lidahnya, tindakannya, dan wujudnya dalam cara yang sesuai dengan spesiesnya. “Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memujinya” (QS al-Israa: 44).

Perhatikan bagaimana bunga matahari bergerak mengikuti gerakan matahari, dan gelombang pasang air laut mengikuti gerakan bulan, bukankah keduanya sedang menyanyikan PUJIAN kepada Sang Khaliq.

Semuanya bergerak sesuai dengan kebebasannya bergerak, karena kebebasan yang diberikan-Nya itulah kita pantas mengucapkan ALHAMDULILLAH.

Selamat menikmati hidup, alhamdulillah kita masih diberi nafas kesempatan untuk bertaubat…

*LivingSmart

Sukses Sejati

Sukses itu tidak perlu dikejar.
SUKSES adalah ANDA!
Karena kesuksesan terbesar ada
pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari
pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda !
Bagaimana Anda bisa lahir
dengan anggota tubuh sempurna
tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua…

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati sampai studi S1,
di saat yg sama setiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar biaya sekolah, itulah sukses Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di
perusahaan, disaat yg sama 46 juta org menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan
3x sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Serta kesuksesan lainnya yang terjadi setiap hari.
Namun Anda tidak pernah
menyadarinya.

Sukses selalu dibiaskan oleh
penulis buku laris supaya bukunya bisa terus jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit & sukar didapatkan…
Sukses tidak melulu soal
harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda,
menjadi pengusaha, punya apartment / helikopter, punya istri cantik atau suami ganteng

Sukses sejati seaslinya adalah:
“Hidup dengan penuh rasa SYUKUR”

Lalu, sudahkah Anda mensyukuri apa yang Anda miliki saat ini??…..

Surat Untuk Menantu

Wahai menantuku,
aku hanyalah seorang Ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. Bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah Ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,
bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. Bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga.

Wahai menantuku,
bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.

Wahai menantuku,
diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

Wahai menantuku,
engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan.

Wahai menantuku,
sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.

Wahai menantuku,
engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. Janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu…

*Semoga menjadi renungan untuk semua*…

Jauhi Sikap Membandingkan

♚ Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia kembali ke dalam air begitu saja.
Karena ia akan sakit oleh ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selama hidupnya…

♚ Begitu juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang.
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selamanya…

♚ Jika kamu memiliki seseorang, terimalah apa adanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminnya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesalahan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.
Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus, hingga kepada akhirnya…

✽ Jika kamu telah memiliki sepiring nasi. Yang pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan, berkhasiat.
Mengapa kamu mencoba mencari makanan yg lain? Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak dapat memakannya, lalu kamu akan menyesal…

✽ Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seseorang.
Yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu.
Mengapa kamu mencoba membandingkannya dengan yang lain?
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya…

Jadi, sayangi cintailah pasanganmu. Sekarang & selamanya…

Renungan Indah Buat Semua

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji miliku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil,lebih banyak popularitas, dankutolak sakit,kutolak kemiskinan,seolah semua “derita” adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

*(Puisi terakhir WS. Rendra yang dituliskannya diatas ranjang Rumah Sakit)*

Ceritamu, Menggugahku

Tomi, Pimpinan cabang sebuah perusahaan di Jakarta,
tiba di rumahnya jam 21.00
Tak seperti biasanya anaknya, Shinta, umur 8 th membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Tomi
“Aku nunggu Papa pulang,
sebab aku mau tanya,
Berapa sih gaji Papa?”
“Kamu hitung ya..
Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar 400.000,
tiap bulan rata-rata 22 hari kerja,
kadang Sabtu masih lembur.
Berapa gaji Papa hayo?”
“Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 untuk 10 jam,
berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong?”
“Wah, pinter kamu.
Sekarang cuci kaki, terus tidur ya nak..”
“Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?”
“Sudah, gak usah macam-macam..
Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah..”
“Tapi Papa…”
“Papa bilang tidur!”
Shinta pun lari menuju kamarnya sedih.

Usai mandi, Tomi menyesali kekesalannya. Lalu ia menengok Shinta di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang uang Rp 15.000, kemudia Tomi mengelus kepala shinta dan berkata,”Maafin Papa ya..
Papa sayang sama Shinta..
Tapi buat apa sih minta uang sekarang?
“Papa, aku gak minta uang.
Aku hanya pinjam,
nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini.”
“lya, iya, tapi buat apa?”
“Aku nunggu Papa dari jam 20.00 mau ajak Papa main ular tangga, 30 menit aja.
Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku hanya ada Rp 15.000…
Karena Papa 1 jam dibayar Rp 40.000,
maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000, berarti uang tabunganku kurang Rp 5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Shinta polos.
Tomi pun terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan haru. Dia baru menyadari,
ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“BAGI DUNIA, MUNGKIN KAU HANYA LAH SESEORANG.
TAPI BAGI SESEORANG, KAU ADALAH DUNIA NYA”

Untuk Yang Merindukan Rasa Dicintai

Ya Lathiif… Yang Maha Lembut,

Telah Kau berkahi aku dengan cinta,
yang kuterima dari orang-orang
yang kucintai dan yang mencintaiku…

Maafkanlah aku
yang tetap merasa tak lengkap,
jika mereka tak terbuka menyatakan
kasih sayang mereka kepadaku…

Aku berharap agar Engkau
menjadikan mereka terbuka
dan membantuku merasa dicintai,
dan tak didiamkan
dalam dugaan-dugaan sedihku…

Aamiin

Post Navigation