Hikmah Kehidupan

Archive for the tag “sahabat”

Aku Ingin Terbang, Namun Sayapku Hanya Satu

Malam itu Kalya sedang asyik membaca sebuah novel “Ketika Mas Gagah Pergi” yang baru saja dirilis, Asma Nadia Publishing. Membaca memang salah satu hobi dari Kalya, selain melukis. Biasanya ia membaca di malam hari, sebelum tertidur lelap.

Kalya seorang gadis berusia 23 tahun, berperangai baik, sopan lagi santun, cantik, cerdas dan yang menambahkan sempurna dirinya ialah dia juga wanita muslimah yg sholehah. Maka tak heran, jika di sekolah dan kampusnya dahulu ia kuliah, Kalya begitu di kagumi oleh teman2 nya juga para staf pengajar.

Hari demi hari di jalani Kalya dengan sangat bahagia. Karena ia berasal dari keluarga yang serba cukup, dan memiliki latar belakang agama yg cukup baik. Meskipun mereka bukan datang dari kalangan keluarga santri, namun karena pemahaman ilmu agama keluarga mereka baik, maka keluarga mereka pun cukup disegani di lingkungannya.

Baca lebih lanjut…

Iklan

Renungan Indah Buat Semua

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji miliku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil,lebih banyak popularitas, dankutolak sakit,kutolak kemiskinan,seolah semua “derita” adalah hukum bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

*(Puisi terakhir WS. Rendra yang dituliskannya diatas ranjang Rumah Sakit)*

Post Navigation